Follow @xamthoneplusbiz

Blog Entry

Obat keputihan herbal jus Xamthone Plus

December 14, 2011 by , under Obat Herbal.

mengatasi keputihan dengan obat keputihan herbal

Dalam keadaan normal, vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan jumlahnya tak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.

Selain cairan, di jaringan vagina juga hidup kuman pelindung (flora doderleins). Pada keadaan normal, jumlahnya cukup dominan dengan fungsi menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Nah, pada beberapa kondisi hormonal, keseimbangan itu terganggu. “Misalnya, saat stres, menjelang dan setelah haid, kelelahan, diabetes, saat terangsang, hamil, atau mengonsumsi obat-obat hormonal seperti pil KB,” jelas ginekolog dr. Arju Anita, Sp.OG.

Gangguan hormonal ini membuat cairan vagina yang keluar sedikit berlebih. Inilah yang disebut keputihan (lekore atau flour albus). “Tapi keputihan akibat perubahan hormonal biasanya masih dalam taraf normal karena tidak ada perubahan warna, bau, atau rasa gatal,” lanjutnya.

Lain hal dengan keputihan yang sifatnya abnormal yang umumnya dipicu kuman penyakit (pathogen) dan menyebabkan infeksi. Akibatnya, timbul gejala-gejala yang sangat mengganggu, seperti berubahnya warna cairan menjadi kekuningan hingga kehijauan, jumlah berlebih, bahkan bisa sampai keluar dari celana dalam, kental, lengket, berbau tidak sedap atau busuk, terasa sangat gatal atau panas, dan menimbulkan luka di daerah mulut vagina.

Jika itu yang terjadi, lebih baik konsultasi ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium dengan cara mengambil sedikit cairan untuk diperiksa, mengandung kuman atau tidak.

1. JAMUR VS VIRUSKeputihan bisa karena banyak hal. Benda asing, luka pada vagina, kotorandari lingkungan, air tak bersih, pemakaian tampon atau panty liner berkesinambungan. Semua ini potensial membawa jamur, bakteri, virus, dan parasit:

a. Jamur Candidas atau MoniliaWarnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat Candida karena saat persalinan tanpa sengaja menelan cairan ibunya yang menderita penyakit tersebut.

b. Parasit Trichomonas VaginalisDitularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.

c. Bakteri GardnellaInfeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.

d. VirusKeputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. Bentuknya seperti luka melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim.

berikut beberapa tips untuk menghindari keputihan :

a. Selalu jaga kebersihan diri, terutama kebersihan alat kelamin. Bulu vagina (pubis) yang terlampau tebal bisa dijadikan tempat sembunyi kuman. Jadi, jangan lupa menggunting atau membersihkannya.

b. Biasakan membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi.

c. Ganti panty liner pada waktunya. Jangan terlalu kelamaan agar bakteri tidak mengumpul.

d. Jika keputihan masih dalam taraf ringan, coba gunakan sabun atau larutan antiseptik khusus pembilas vagina, tapi jangan gunakan berlebihan karena hanya akan mematikan flora normal vagina. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter.

e. Hindari terlalu sering memakai bedak talk di sekitar vagina, tisu harum, atau tisu toilet. Ini akan membuat vagina kerap teriritasi.

f. Hindari suasana vagina lembap berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang diganti, tidak menyerap keringat, atau memakai celana jins terlalu ketat.

g. Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan juga bisa muncul lewat air yang tidak bersih. Jadi, bersihkan bak mandi, ember, ciduk, water torn, dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari menjamurnya kuman.

Solusi lain dengan pengobatan herbal yaitu xamthone plus, kenapa xamthone bagus untuk mengatasi keputihan? berikut alasan :

xanthones yang terkandung dalam xamthone plus jus manggis mempunyai kandungan :

* Sebagai anti bakteri

Kemampuan lain dari xamthone adalah mematikan bakteri. Beberapa peneliti tentang manfaat xamthone memperlihatkan bahwa xamthone bersifat antimikroba terhadap MRSA(methicilin resistant staphylococcus aureus), yaitu bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi parah. Penyakit akibat RMSA memang tidak di kenal di indonesia. namun di beberapa negara, seperti Amerika, bakteri ini sangat menakutkan karena dalam waktu singkat akan memakan sel-sel tubuh manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan cacat fisik dan kematian pada para penderitanya. dikutip dari buku  “DAHSYATNYA MANGGIS UNTUK MENUMPAS PENYAKIT, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati,MSi, Halaman 61“

* Sebagai anti jamur

xamthone yang terkandung dalam jus manggis juga memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas kapang atau jamur. Penyebab penyakit atau fitophatogenik. Beberapa contohnya adalah Fusarium oxyporum V, Alternaria tenius, dan Dreschlera oryzae (Cochliobolus miyabeanu). Penelitian yang dilakukan oleh geetha dan Gopalakrishnan juga membuktikan hal tersebut,“dikutif dari buku  “DAHSYATNYA MANGGIS UNTUK MENUMPAS PENYAKIT, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati,MSi, Halaman 63“

* Sebagai anti virus

Mangostin xamthone yang terkandung dalam kulit manggis telah di buktikan mampu menghambat siklus replikasi virus HIV (Vliettinck,1998)Hasil penelitian Vlietinck,1998 Memeperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan di cina yang juga menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukan potensi dalam menghambat HIV-1 Protease yang mempengaruhi replikasi HIV (Chen et al., 1996) Tampaknya mekanisme kerja xanthone berbeda dengan obat antretroviral (ARV), “dikutif dari buku Dahyatnya manggis untuk menumpas penyakit, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati, MSi“

* sebagai anti parasit

Fungsi xamthone tidak hanya sebagai obat keputihan, tetapi menjelajah seluruh tubuh, menetralkan radikal bebas, sehingga tubuh kita menjadi lebih bersih dan lebih sehat daripada sebelumnya. xamthone yang terdapat dalam kulit manggis mempunyai sifat selain yang di sebutkan diatas juga mempunyai Anti parasitic

berikut testimoni dari pemakai Xamthone Plus :

Nama      : Debby Puspitasari

Asal         : Jakarta, DKI Jakarta

Umur      : 26 tahun

Profesi    : Karyawati Swasta

Penyakit : Keputihan

Saya minum XAMthonePlus 6 botol selama selama 1 bulan dan hasilnya mengejutkan, karena keputihan saya hilang dan badan terasa sangat segar kala beraktivitas. Saya minum 30 ml setiap pagi dan malam sesudah makan sebelum tidur. Saya juga merasakan ada manfaat lainnya, setelah saya lihat-lihat kulit saya, ternyata ada perubahan dari yang tadinya kering sekarang bercahaya, teman-teman saya juga bertanya-tanya, saya pakai kosmetika apa? Saya bilang saja, minum jus kulit buah manggis XAMthonePlus.

Leave a Comment








RSS feed for comments on this post